SELAMAT DATANG DI BLOG AMIR ...

Minggu, 22 Maret 2015

mesin chooper



MESIN PEMOTONG RUMPUT ( CHOOPER )
          Chooper adalah suatu alat mesin yang di gunakan untuk mencacah/memotong rumput atau hijauan lainnya. Adapun bagian-bagian dari mesin chooper adalah :
Gbr.1. kerangka chooper.

Rangka utama
          Berfungsi sebagai penopang setiap bagian dari chooper dan pembentuk konstruksi mesin chooper itu sendiri sehigga kokoh dan kuat.
Poros
Berfungsi sebagai alat transmisi yang menggerakan pisau roll dan pisau tegak
Pulli Pada poros pencacah
Pulli adalah alat transmisi untuk dudukan sabuk dalam memindahkan putaran dari roda poros pencacah penggerak dari pulli yang digerakkan.
Sabuk
          Sabuk berfungsi untuk memindahkan putaran dari motor ke poros penggerak. Adapun jenis sabuk  yang di gunakan adalah sabuk V
Pisau roll
Pisau roll berfungsi sebagai pisau utama yang akan merajang rumput gajah.


Pisau tegak
Pisau tegak berfungsi juga sebagai pisau utama yang akan merajang rumput gajah
Saluran masuk (Hopper samping )
Hopper ini berfungsi untuk menampung dan mengumpankan rumput yang akan dirajang.
Saluran masuk (Hopper atas)
Hopper atas berfungsi untuk menampung dan mengumpankan rumput yang akan dicacah
Bantalan luncur
berfungsi sebagai rumah bantalan, dimana bantalan berfungsi untuk menumpu poros berbeban, sehingga putaran atau gerakan bolak-baliknya dapat berlangsung secara halus.
Output (Hopper bawah)
Berfungsi sebagai tempat pengeluaran rumput gajah yang sudah dicacah ke wadah yang telah disediakan
Motor penggerak
Berfungsi sebagai pusat tenaga yang menggerakan alat tranmisi dan kemudian menggerakan bagian pisau roll dan pisau tegak


                                                                          
Langkah- Langkah Pengoperasian
Adapun langkah- langkah sebelum melakukan pengoperasian alat pencacah rumput gajah yaitu :
1.     Melakukan pengecekan pada alat pencacah rumput gajah, memeriksa mur dan baut pada semua bagian yang menggunakan mur dan baut.
2.     Memeriksa V- belt dan pulli apakah terpasang dengan baik, sehingga pada saat pengoperasian aman.
3.     Memeriksa motor penggerak apakah bahan bakar dan oli mesin sudah terisi, supaya pada saat pengoprasian alat sudah siap di operasikan.
4.     Melakukan pengoperasian alat tanpa menggunakan benda uji, agar pada saat memasukkan benda uji tidak ada masalah pada alat pencacah rumput gajah.
5.     Memasukkan beberapa batang rumput gajah dengan berat ± 4 kg,dan memasukkanya pada hooper atas dan samping dengan ujung batang sebagai umpanan pertama terhadap pisau pencacah.
6.     Menyediakan wadah pada tempat pengeluaran (hooper bawah) rumput gajah.
DEHORNING PADA SAPI PERAH

dehorning adalah tindakan atau proses menghilangkan/pemotongan tanduk atau bakal tanduk. dehorning dilakukan pada sapi umur 2-4 minggu. metode dehorning dilakukan dengan beberapa cara yaitu :
  1. metode dengan electric dehorner
  2. metode dengan causic soda
  3. metode dengan gergaji
 Dalam hal ini akan di jelaskan bahan dan alat serta prosedur dalam melakukan dehorning dengan metode electric dehorning.

Alat dan bahan yang di perlukan adalah :
Alat
  • elecric dehorner
  • gunting
  • tali
Gbr.1.electric dehorner
gbr.2.gunting
Gbr.3.tali sisal


Bahan :  anti septik, kapas, dan sapi pedet
gbr.4.sapi pedet

gbr.5.antiseptik











Prosedur kerja :
  • sapi di restrain secara benar dengan mengunakan tali sisal dan di rebahkan tanpa melukai ternak tersebut.
  • potong rambut sapi yang berada di sekitar pangkal tanduk sapi pedet
  • siapkan alat elecric dehorner yang akan di gunakan dengan di hidupkan dan di sambungkan pada kontak listrik
  • setelah elecric dehorner berada pada suhu yang tepat sekitar suhu 150 derajat celcius, tempelkan pada bakal tanduk sapi dan tekan dengan kuat sambil di putar 360 derajar .
  • saat di putar ,sambil bakal tanduk di ungkit dengan electric dehorner ,sehingga tanduk lepas dari kepala
  • setelah tanduk terlepas, electric dehorner di off kan, kemudian bekas tanduk di beri antiseptik untuk mencegah terjadinya infeksi pada bagian kepala yang berlebihan
  • sapi kemudian dapat di lepas dan di exercise pada padang pengembalaan untuk menghilangkan strees, setelah dehorning


 

Sabtu, 07 Maret 2015

PEMBUATAN CARAMEL SUSU



BAB I
          PENDAHULUAN
1.LATAR BELAKANG
      Susu adalah produk utama dari peternakan sapi perah. Dan susu adalah minuman yang kaya akan nutrisi yang baik dan mudah di serap  bagi tubuh manusia dari segala umur baik untuk anak-anak, remaja maupun lansia susu memiliki kandungan lemak, protein, mineral( phosphor, kalsium, kalium) dan beberapa vitamin
   Susu adalah cairan berwarna putih yang di sekresikan oleh kelenjar mamae. Kekurangan dari susu adalah produk utama yang sangat mudah dalam menyerap bau, serta mudah rusak dalam waktu tertentu. Sehingga untuk mengantisipasi hal tersebut dan menambah nilai ekonomis pada susu banyak pengolahan yang dapat di lakukan.
     Susu dapat diolah menjadi bahan utama makanan ataupun campuran bahan makanan seperti yang sedang dipraktekkan oleh mahasiswa asp beacth 2 yaitu mengolah susu menjadi caramel,krupuk susu dan ice cream susu dan dari praktek tersebut, susu mampu di olah menjadi berbagai makanan tidak hanya 3 olahan diatas sebagai contoh yaitu yogurt, keju, permen susu, dan masih banyak lagi.
           
3.TUJUAN
            
             Adapun beberapa tujuan dari di adakannya pratikum pengolahan susu adalah sebagai berikut:

·  Sebagai salah satu persyaratan dalam kegiatan pembelajaran mahasiswa D3 Agribisnis Sapi Perah VEDCA
·        Agar mahasiswa mengetahui prosedur pembuatan olahan susu
·        Agar dapat mengidentifikasi bahan dan peralatan pengolahan susu
·        Agar dapat terjun langsung dalam kegiatan pengolahan susu
·        Untuk mengembangkan potensi,etika,estetika dan praktika mahasiswa
·        Untuk membandingkan teori dengan praktek langsung
·        Untuk mengetahui analisa usaha dari produk pengolahan susu


4.MANFAAT
            
             Adapun beberapa manfaat dari di adakannya sebagai berikut:

·       Mahasiswa mengetahui dan memahami prosedur pembuatan produk olahan susu
·   Mahasiswa mampu mengidentifikasi peralatan dalam proses pembuatan produk olahan  dan mengetahui cara kerjanya, serta menjadikan mahasiswa lebih kompeten tentang proses pembuatan produk olahan susu
·      Melatih mental atau sikap mahasiswa dalam bekerja.
·  Mahasiswa dapat melakukan pembuatan produk olahan susu secara benar dan efesien
·     Mahasiswa dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan dari setiap cara pembuatan produk olahan susu.














BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Susu segar adalah salah satu sumber protein hewani yang disintesa/diperah secara alami dari hewan mamalia betina atau hewan menyusui lainnya sebagai bahan makanan untuk anak yang baru mereka lahirkan.Susu adalah bahan makanan bukan minuman. Hal tersebut karena susu memiliki nilai TSS (Total Soluable Solid) sebesar 13%. TSS tersebut terdiri dari, protein, lemak, karbohidrat, mineral, dan vitamin.
Susu merupakan perishable food (mudah rusak), oleh karena itu, setelah susu diperah dari hewan harus segera dipasteurisasi. Susu yang dipasteurisasi masa penyimpanannya lebih lama. Namun, susu pasteurisasi juga harus diletakkan pada lemari es dengan wadah tertutup untuk menghindari perubahan – perubahan yang ada.
Jika tidak dipasteurisasi, maka susu akan menggumpal dan bersifat asam karena aktifitas lactobacillus, sehingga susu rusak dan tidak dapat dikonsumsi. Susu yang sudah rusak amat berbahaya bagi kesehatan tubuh. Dampak yang ada biasanya terjadi adalah diarrhea (ringan), bahkan kematian (berat). Pasteurisasi memiliki tiga klasifikasi yaitu: LTLT = 65.30C selama 30 menit; HTST = 71,70C selama15 detik; dan UHT = 1350C selama 2 – 6 detik.
Agar susu tidak cepat asam akibat dari aktifitas bakteri, maka sebelum dan sesudah dibuka kemasannya simpanlah susu sesuai dengan jenis susunya. Susu sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup, supaya tidak menyerap rasa atau aroma produk lain.
Contoh-contoh olahan dari susu sapi yaitu keju, mentega, kerupuk susu, ice cream, caramel, dodol susu, vla, yoguhrt, dadih, kefir, dll.
Kerupuk susu dibuat dari padatan susu yang dikeringkan dan ditambah sedikit bahan lain agar dapat menjadi bentuk kerupuk.Manfaat yang diberikan kerupuk ini memang tidak sebanding dengan susu yang asli. Namun, kerupuk susu dapat meminimalkan kekurangan zat – zat yang terdapat pada susu bagi sebagian orang yang tidak menyukai susu.Kekurangan dari kerupuk susu ini adalah tidak dapat dimakan bersama makanan lain seperti bakso dan mi ayam, tetapi dapat dijadikan selingan yang lebih menyehatkan daripada kerupuk biasa. Selain itu kekurangan dari kerupuk susu adalah harganya yang agak mahal dari jenis kerupuk lain, karena memang terbuat dari bahan hewani.
Caramel merupakan permen susu yang dominan terbuat dari susu dan gula susu (laktosa). Secara otomatis permen susu ini memiliki kandungan yang hampir menyerupai dengan susu asli, bahkan memiliki lebih banyak kandungan gizi dibandingkan dengan susu asli itu sendiri. Karena permen susu dapat difortifikasi dengan zat – zat lain.Mengkonsumsi permen susu memang amat sangat baik dan sangat dianjurkan, apalagi bagi yang kekurangan kalsium, namun tidak menyukai susu. Tetapi konsumsi yang berlebihan dapat menyebabkan karies gigi dan gigi berlubang.
Ice cream adalah bahan padatan yang terbuat dari susu. Ice cream sangat digemari karena suhunya yang sejuk, apalagi dikonsumsi pada cuaca panas.Ice cream juga digemari oleh orang – orang yang tidak menyukai susu. Hal ini karena organoleptik dari ice cream yang hampir sama sekali berbeda dengan susu asli. Susu berbentuk cair sedangkan ice cream padat. Tekstur ice cream lembut, sedangkan konsistensi susu cair agak kental.



BAB III
ISI
2.1 PELAKSANAAN
Pelaksanaan pembuatan produk olahan susu( caramel susu ) yang di lakukan, yaitu pada :
Hari/tanggal         : Kamis/2 Oktober 2014
Waktu                  : 08:00- selesai
Tempat                 : Departemen peternakan

a.Bahan dan peralatan
     Bahan  
         Bahan - bahan yang di gunakan dalam pembuatan caramel susu adalah :

NO
Bahan
jumlah
1
Susu
1L
2
Gula pasir
450 gr
3
Glukosa
90 gr
4
Mentega
secukupnya
        

       Peralatan
          Alat - alat yang digunakan saat pembuatan caramel adalah  sebagai berikut :

·        Timbangan
·        Kompor
·        Spatula
·        Kuas
·        Telen
·        Wajan
·        Pisau






b. Prosedur kerja
       
     Berikut ini adalah prosedur kerja dalam pembuatan caramel susu
a.     Susu dan gula dimasukkandalam wajan lalu dipanaskan sambil diaduk
b.     Setelah adonan mengental dan berubah warna menjadi coklat , masukan glukosa sambil di aduk
c.      Pemanasan di hentikan apabila adonan sudah mengental, kemudian di dinginkan
d.     Tuangkan adonan ke dalam Loyang yang sudah di olesi dengan mentega. Kemudian ratakan dan di dinginkan hingga mengeras.
e.      Potong permen dengan ukuran yang kita tentukan pada saat permen agak dingin
f.       Kemas permen satu persatu dengan kertas pembungkus
g.     Kemas dalam kantung plastic berlabel dengan jumlah dan berat yang sama
h.     Simpan  dalam tempat yang sejuk.



























2.2 HASIL DAN PEMBAHASAN

a.Hasil
         
          Dari proses pembuatan caramel susu tersebut, dapat di perhatikan beberapa kriteria atau hal yang dapat di nilai, yaitu :
1.     Rasa
Rasa caramel susu yang di hasilkan memiliki rasa enak yang khas dengan susu, dengan tingkat kemanisan yang sedang ( tidak terlalu tinggi )
2.     Tekstur
Tekstur caramel tersebut tidak sesuai dengan bentuk caramel. Bentuknya tidak dapat di bentuk karena teksturnya yang masih agak kental dan lengket pada pembungkus
3.     Warna
Warna yang di hasilkan memiliki warna  putih cream yang sesuai dengan warna caramel yang berasal dari susu.
4.     Kuantitas
Jumlah yang di hasilkan sesuai dengan bahan awal,

B.Pembahasan 
    
v Rasa, warna dan kuantitas yang sesuai pada proses pembuatan caramel ini dikarenakan komposisi bahan yang tepat, sehingga rasa pada caramel sesuai.    
v Dari hasil atau produk tersebut tekstur caramel yang tidak sesuai dapat di karenakan oleh beberapa hal, yaitu : lama pemasakan yang kurang lama sehingga pada proses kristalisasi pada susu tidak sesuai keinginan, ketika caramel seharusnya mengeras saat pendinginan, kualitas dan kuantitas bahan seperti susu yang sudah di campur , prosedur pembuatan yang tidak tepat










BAB III
PENUTUPAN

3.14Kesimpulan

Adapun beberapa kesimpulan yang di dapat dari praktek pembuatan caramel  susu adalah :
v Sebelum melakukan proses pembuatan, harus dilakukan segala pengecekan dimulai dari bahan dan peralatan
v Pembuatan dilakukan secara bertahap dan sesuai prosedur.
v Pembuatan di lakukan dengan lama pemasakan yang tepat, dan higenis
v Dalam pembuatan caramel harus memperhatikan proses kristalisasi yaitu dengan memperhatikan perbandingan gula dan susu
v Mahasiswa  di haruskan memiliki ilmu pengetahuan dan keterampilan yang maksimal dalam pembuatan olahan susu yaitu : caramel


3.2Saran
Adapun beberapa saran yang dapat di berikan dari praktek pembuatan Caramel adalah:
v Caramel susu sebaiknya langsung disimpan ke tempat pendinginan
v  Lama pemasakan saat caramel mengental harus di perhatikan agar proses kristalisasi tidak terlalu over dan terjadi pegerasan di wajan pengolahan











DAFTAR PUSTAKA